Padepokan ASA – Atmaji Sapto Anggoro

By Sabtu, Mei 13, 2017 0 No tags Permalink
Advertisement

Mudahnya menemukan tempat untuk belajar dan berbagi di Jogjakarta merupakan salah satu keistimewaan dari kota ini. Tak heran jika kemudian Jogja direpresentasikan sebagai kawah candradimuko. Begitu banyak tokoh dan professional yang lahir setelah menempa dirinya di kota gudeg ini. Nah, salah satu tempat yang menawarkan sebuah ruang untuk belajar dan berbagi itu adalah Padepokan ASA.

“Rumah berbagi generasi peduli, sebagai inkubator dan jembatan bagi organisasi dan komunitas agar dapat lebih merangkul masyarakat (www.padepokan.id)”

Awalnya Padepokan ASA banyak dikenal sebagai tempat untuk memperdalam ilmu IT, tak jauh-jauh dari kompetensi yang memang dikuasai oleh founder Padepokan ASA. Seorang living legend di industry digital Indonesia, siapakah dia?

Berkenalan dengan Atmaji Sapto Anggoro

Adalah Atmaji Sapto Anggoro, si tangan dingin yang bergerak dibalik roda produktivitas yang menyelimuti Padepokan ASA. Nama beliau tentu sudah tak asing lagi di industris media, khususnya media online. Beliau adalah salah satu legenda yang turut serta dalam membidani kelahiran dan menyuburkan perkembangan media online di Indonesia.

IMG-20170414-WA0038

Awal karirnya di industri media dimulai pada tahun 1987 saat beliau lolos seleksi sebagai wartawan olahraga di Surabaya Post. Tahun 1990 Sapto, demikian beliau akrab disebut, memutuskan untuk bergabung dengan Berita Buana Jakarta. Karirnya sebagai jurnalis semakin melesat tatkala pada tahun 1993 surat kabar Republika menempatkannya sebagai salah satu redaktur. Hingga akhirnya pada tahun 1999 beliau ambil bagian dalam pendirian www.detik.com dan diangkat menjadi wakil pemimpin redaksi.

Tak butuh waktu lama bagi Sapto untuk memelajari platform media baru tersebut. Sebagai seorang pembelajar sejati beliau semakin tertantang untuk membesarkan detik.com . Posisi Sapto saat memutuskan untuk keluar dari detik.com karena hendak mengembangkan www.merdeka.com adalah sebagai direktur operasional. Meski bergabung sebagai mitra di www.merdeka.com tak lantas membuat Sapto berpuas hati.

Setelah melesatkan www.merdeka.com ke rangking ketiga media online terbesar di Indonesia versi Alexa. Ia pun terus menempa dirinya untuk menjadi pebisnis. Dimulai dengan mendirikan Binocular, sebuah perusahaan media monitoring yang berbasis di Jogjakarta. Hingga akhirnya beliau mendirikan Tirto.id , sebuah media online yang mengedepankan indepth news. Sebuah konsep yang jauh berbeda dengan kebanyakan media online masa kini yang cenderung berburu traffic dengan berita langsung yang pendek dan memiliki formula khas : mengedepankan judul yang sensasional dan bombastis.

Berbagi Ilmu, Berbagi Semangat

Semangatnya untuk terus belajar inilah yang kemudian beliau salurkan melalui Padepokan ASA. Bertempat di Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Padepokan ASA menjadi tempat yang nyaman bagi banyak komunitas di Jogja untuk menggodog mimpi dan mewujudkannya jadi sebuah aksi nyata. Salah satu program milik Padepokan ASA adalah Tempat Baca Masyarakat (TBM) Gedongan Lor yang berlokasi di pendopo Padepokan ASA. TBM ini merupakan hasil kerjasama antara yayasan dengan warga sekitar.

Tujuan dari TBM ini adalah menyediakan ruang publik yang dapat meningkatkan minat baca masyarakat. Selain memiliki beragam koleksi buku, mainan edukatif, dan pojok baca koran. Di TBM Gedongan Lor juga sering digunakan sebagai tempat untuk kegiatan masyarakat sekitar, maupun aktivitas edukasi lain hasil dari kolaborasi dengan berbagai komunitas.

Secara garis besar kegiatan di Padepokan ASA dikemas dalam bentuk seminar, talkshow, workshop, kesenian, dan kegiatan edukatif. Pembedanya terletak pada penyelenggaranya. ASA Production adalah kegiatan yang digelar murni oleh Padepokan. ASA Collaboration adalah kegiatan yang digelar sebagai hasil kerjasama yang mumpuni antara Padepokan dengan komunitas. Terakhir, ASA Community adalah kegiatan yang digelar oleh komunitas atau organisasi secara mandiri. Sesuai dengan taglinenya, house of sharing and incubation maka hadirnya Padepokan ASA diharapkan mampu menggenapi kebutuhan generasi muda untuk mengekspresikan dirinya dan membuktikan sumbangsihnya kepada masyarakat luas.

 

No Comments Yet.

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *