#MemesonaItu Berani Meraih Mimpi

Advertisement

Memesona itu adalah saat seorang wanita dewasa berani mengambil tantangan, keluar dari zona nyaman agar dapat terus tumbuh, dan berani meraih mimpi!

Sudah hampir satu tahun ini saya dikasih privilege sama Alloh untuk menjajaki mimpi. Dulu, saya tipe perempuan pekerja. Seneng duduk lama-lama di kubikel. Seneng sama kerjaan yang banyak, seneng sama deadline, seneng sama lembur. Sampai kemudian, saya harus resign!

Beradaptasi dengan urusan rumah tangga, anak, dan peranan baru tentu menghadirkan tantangan sendiri. Ada rasa jenuh, perasaan gagal, serta tidak berdaya. Saat itu saya merasa bahwa banyak orang yang menyepelekan status saya sebagai ibu rumah tangga. Tak percaya jika ibu rumah tangga pun mampu berdaya dari rumah. Kondisi ini berlangsung sekitar tiga tahun. Hingga kemudian perasaan inferior pun menerpa. Saya pun jadi sensitif ketika ada hal yang berjalan tidak seperti yang saya harapkan. Ujungnya, saya uring-uringan, juga sedih berlebihan.

Untungnya, suami begitu sabar. Beliau membantu saya melalui masa sulit itu dengan mendukung saya untuk tidak berhenti menulis. Suami begitu percaya jika saya pasti bisa. Selain suami, saya juga didukung oleh banyak sahabat. Mereka bersedia mendengarkan, memberi nasihat, menemani, dan mendorong punggung saya untuk maju saat saya hanya mau duduk sembari melipat wajah.

Sampai pertengahan tahun 2016 saya memutuskan untuk berhenti galau. Berhenti buang waktu dengan merasa ‘kecil’. Saya mulai menyusun skala prioritas. Saya menebalkan tujuan utama yang mau saya raih. Saya mau jadi :

  1. Istri yang Baik
  2. Ibu yang Baik
  3. Perempuan yang berdaya
  4. Saya mau BAHAGIA dan bisa menikmati hidup dengan suami dan anak-anak
WhatsApp Image 2017-05-21 at 00.51.12

Gadis-gadis kecil kesayangan

Saya pun mulai meringkas hal-hal yang dulu menyita waktu namun tak berakhir kemana-mana. Saya mulai membangun tangga. Bergabung dengan komunitas parenting dan aktif di dalamnya. Saya mulai membuka diri dengan berbagai peluang sebagai penulis. Memelajari hal baru yang saya butuhkan untuk jadi istri, ibu, dan penulis.

Saya mengambil risiko keluar dari zona nyaman yang selama ini melenakan. Membenahi diri agar bisa terus tumbuh. Ada beberapa catatan yang saya pelajari selama setahun ini, yaitu :

  • Mau Belajar

Ini penting sekali! Saat keluar dari zona nyaman tentu ada banyak tantangan baru yang bisa bikin kita bingung. Kalau kita tak mau belajar maka dapat dipastikan kita akan gagal tumbuh seperti tanaman yang tidak disiram air, kita akan jadi kering dan mati. Belajar ini bisa dari mana saja dan dari siapa saja.

Dulu saya pernah punya hashtag #SabtuBelajar. Jadi setiap hari Sabtu saya akan mendatangi relasi-relasi yang sekiranya mampu saya ambil ilmunya. Saya bikin daftar pertanyaan sebelum bertemu. Dari Sabtu belajar ini perlahan saya mulai menemukan tapak jejak yang semakin jelas. Saat ini saya sedang fokus mengamalkan ilmu-ilmu yang sudah saya dapatkan selama kurang lebih satu tahun terakhir. Buat saya belajar itu wajib dan tidak boleh berhenti.

WhatsApp Image 2017-05-22 at 00.58.38

Saat menghadiri Workshop Pendidikan Berbasis Keluarga yang digelar oleh Disdikpora Bantul. Belajar itu tidak boleh berhenti.

  • Meluaskan jejaring

Jejaring itu penting. Melalui jejaring kita bisa mendapatkan banyak informasi yang tersembunyi. Salah satu cara saya dalam meluaskan jejaring adalah bergabung dengan komunitas yang sesuai dengan minat dan tujuan yang ingin dicapai.

WhatsApp Image 2017-05-22 at 00.29.26

Beberapa komunitas yang saya ikuti. Atas ki-ka : HSMN Yogyakarta, KEB, Kereta. Bawah : IIDN.

  • Menjaga penampilan

Awalnya saya suka cuek sama penampilan. Bodo amatlah gitu rasanya keluar rumah nggak usah bedakan. Boro-boro bedakan, kalau sudah capek ngurusin anak dan rumah rasanya cuma pengen tidur aja gitu. Sampai suatu hari mentor menulis saya bilang “Dandan, biar seger jadi siap kalau ketemu siapa saja,” dari situ saya mulai mikir iya juga ya. Nggak perlu dandan menor yang penting rapi dan seger aja cukup.

IMG-20170109-WA0010

Salah satu deskripsi #MemesonaItu buat saya adalah saat nggak ngerasa ‘kecil’ duduk sebelahan sama Mompreneur sukses dan cantik kaya Ibu Tria Meriza ini.

Saya mulai memperhatikan baju yang saya pakai, jilbab yang saya pakai, alas kaki, tas, make up, dan tentu aja memastikan kalau badan saya seger nggak mau badan. Untuk mengurangi keringat berlebih yang bisa menyebabkan kuman berkembang saya biasa mandi pakai air rebusan daun sirih. Nah kalau untuk sehari-hari pilihan saya jatuh pada Vitalis Body Scent “Blissful”. Wanginya seger banget kaya jeruk. Kombinasi floral, citrus, bergamot, vanilla, dan musky-nya bikin mood jadi enteng dan relaks. Wanginya manis dan segar kaya aroma jeruk lemon. Setiap pakai Vitalis Body Scent “Blissful” rasanya jadi siap menghadapi tantangan hari ini dengan senyuman super lebar.

WhatsApp Image 2017-05-22 at 00.04.19

Dengan Vitalis Body Scent Blissful, saya pun makin siap hadapi hari!

 

#MemesonaItu

1 Comment
  • nur rochma
    Mei 28, 2017

    Jadi ibu tetap belajar. Setuju banget. Good luck lombanya!

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *