Lima Cara Bikin Hidup Terasa ‘Penuh”

By Sabtu, Juni 17, 2017 12 No tags Permalink

Saya pernah mengalami masa-masa berat. Masa-masa yang kayanya isinya cuma ngeluh dan muram. Bukan tanpa alasan sih, saya ini bullying survivor. Mengalami bullying sejak usia dua tahun hingga lulus SMP. Mungkin ada sekitar 15 tahun saya mengalami bullying verbal maupun non verbal yang dilakukan oleh lingkungan sekitar, mulai dari keluarga hingga teman sekolah.

Saya juga dibesarkan dalam situasi keluarga yang penuh dengan ledakan amarah yang tidak terkontrol. Kemampuan ayah saya dalam mengendalikan emosinya sangat buruk, bahkan hingga saat ini. Bukan hal aneh kalau beliau melampiaskan kekesalannya, ketidakmampuannya mengatasi situasi dengan memaki kami, anak-anaknya. Menyalahkan kondisi ekonomi, bahkan juga menyalahkan Allah swt. Tanpa terasa, itu membekas. Sampai sekarang.

Saya juga masih ingat ketika dibandingkan secara fisik dengan saudara sepupu yang memang jauh lebih cantik. Dijuluki hitam itu sudah biasa. Dijuluki yang lebih buruk dari itu pun pernah. Satu-satunya yang menguatkan saya pada waktu itu adalah Mama. Mama, satu-satunya orang yang selalu bilang ke saya “Nggak peduli bagaimanapun kamu, kalau kamu pinter kamu pasti dicari orang,”. Waktu itu kalimat semacam itu tampak seperti pepesan kosong.

bullying-resources

Setelah mama meninggal, saya makin kacau. Saya pernah punya kebiasaan menyakiti diri sendiri. Menggores lengan tangan dengan ujung pena yang tajam. Kondisi psikis saya pun cenderung mudah ngedrop. Setelah melahirkan anak pertama saya mengidap depresi postpartum selama 2,5 tahun. Lalu sekitar 2 tahun yang lalu, saya dan suami harus memulai hidup dari nol lagi. My life’s running just like rollercoaster. Bikin jantungan dan bikin jackpot berkali-kali.

Semua goresan-goresan masa lalu itu rupanya tak hanya membekas, namun juga diturunkan. Saya seringkali mengalami kebingungan dalam menjalin sebuah relasi yang sehat. Saya juga dihinggapi perasaan insecure yang kuat dan memiliki insting mempertahankan diri dengan cara menyerang. Hingga sekitar 1,5 tahun lalu saya mulai menata hidup. Saya mulai berkaca, merenung, dan membuat list kebaikan di dalam hidup.

Ada lima hal yang saya lakukan untuk akhirnya bisa menertawakan hidup dengan enteng.

  1. Melepaskan masa lalu. Lemesin aja shay…

Ini penting banget! Saya ini perfeksionis. Saya nggak suka kalau ada yang meleset dari rencana yang sudah saya susun dengan baik. Kalau ada yang tidak sesuai dengan rencana saya bisa stress sampai berhari-hari. Padahal itu jelas bukan hal yang sehat. Melepaskan masa lalu termasuk di dalamnya adalah menerima diri sendiri dan memaafkan orang-orang yang terlibat di goresan buruk tahun-tahun yang lalu. Salah satunya adalah bapak. Inner child saya itu kuat sekali. Saya kalau marah kaya orang hilang akal. Berteriak, melempar, dan memaki sesuka hati.   Saya tahu itu buruk dan itu harus diubah. Ada beberapa cara yang saya lakukan di proses ini, antara lain memperbanyak baca, banyak bergaul, dan membuka diri.

WhatsApp Image 2017-05-21 at 01.02.32

Goodbye ‘Inner child’, kata Pandan sumringah.

  1. Mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat

Tidak terbiasa menjadi ibu rumah tangga sering bikin saya ngerasa useless. Saya jadi nggak yakin sama diri sendiri. Nggak yakin mampu. Bahaya kan kalau dibiarkan berlarut-larut. Untuk mengatasi perasaan tidak berguna itu saya pun mulai melibatkan diri dengan hal-hal baru. Salah satunya adalah dengan bergabung ke komunitas-komunitas perempuan yang ada di Jogja. Ada dua jenis  komunitas yang saya cari. Komunitas menulis dan parenting. Maka bergabunglah saya di komunitas ibu menulis IIDN, Emak Blogger, dan beberapa komunitas parenting yang ada di Jogja.

Bergabung di komunitas yang sesuai dengan passion membuat hidup kita makin bermanfaat

Bergabung di komunitas yang sesuai dengan passion membuat hidup kita makin bermanfaat

Motivasi saya untuk bergabung di komunitas parenting apalagi kalau bukan persoalan untuk berdamai dengan si ‘inner child’ itu tadi. Tak hanya gabung, saya juga ikut aktif berpartisipasi. Datang setiap ada acara, bahkan ikut ambil bagian sebagai pengurus komunitas. Sedangkan kenapa saya memilih bergabung di komunitas menulis, ya apalagi kalau bukan sebagai bagian dari perjalanan mewujudkan cita-cita.

Menggelar seminar parenting bersama Abah Lilik di Galeri Amri Yahya

Menggelar seminar parenting bersama Abah Lilik di Galeri Amri Yahya

Setelah meluaskan relasi pertemanan banyak informasi baru yang saya dapatkan. Banyak peluang baru yang dulu bahkan tak pernah terpikirkan. Banyak kesempatan baik yang sayang untuk dilewatkan. Setiap ada acara atau kegiatan yang boleh bawa anak, hampir bisa dipastikan saya bakal datang. Bersama teman-teman komunitas saya juga jadi aktif untuk menggelar berbagai acara dengan tujuan berbagi.

  1. Menantang Diri untuk Berani mewujudkan Mimpi

Tahun ini saya juga berhasil menaklukkan diri sendiri. Ada satu scene dimana saya berhasil mewujudkan obsesi masa kecil, yaitu: jadi model! Hahahahaha. Dulu, saya pengen banget bisa ikut kontes-kontes kecantikan macam Putri Indonesia gitu. Tak dinyana, dua puluh tahun kemudian, ada kesempatan untuk mencobanya. Di ulang tahun KEB yang diadakan di Yogyakarta ada sesi fashion show oleh para emak blogger. Saya blogger. Saya Emak. Jadi saya boleh daftar.

IMG-20170130-WA0011

Akhirnya, pernah jadi model juga. Wakakakaka!

Ketik, hapus, ketik, hapus, akhirnya saya pun daftar! Wakakaka. Saya cerita ke suami sambil nutupin muka. Malu tapi pengen. Alhamdulillah, cita-cita saya jaman kecil tercapai juga. Selama kurang lebih 20 menit saya dapat jatah panggung. Hasilnya? Cukup tahu saja, JADI MODEL BUKAN JATAHMU DEE! Wahahahaha. Meski dari awal saya tahu kalau saya nggak bakal luwes jadi model, dan ya nggak bakalan juga mau mbaleni, tapi poin pentingnya adalah keberanian diri sendiri untuk mewujudkan sesuatu. Saya sudah berani menantang diri sendiri untuk mewujudkan mimpi. Apapun hasilnya!

Menantang diri sendiri untuk jadi tampil di depan umum, jadi MC

Menantang diri sendiri untuk berani tampil di depan umum, jadi MC

  1. Memenuhi diri dengan lingkaran pertemanan yang sehat

Siapa yang kalau kumpul ma temen-temennya dipakai buat bahas orang lain sampai habis? Saya pernah! Isinya cuman nggosip, ngomongin si A dan si B. Sampai di suatu waktu Allah kasih saya lingkungan pertemanan yang luar biasa sehat. Nggak ada waktu buat ngomongin orang. Nggak ada waktu untuk nyimpen prasangka buruk. Awalnya saya masih nggak percaya, ada ya ibu-ibu yang kalau ngumpul nggak pake bahas orang lain.

15965087_1463375297006663_9074534947129119528_n

Teman yang sehat akan menularkan semangat sehat yang sama. Panitia seminar persalinan Maryam (2016)

Dan jawabannya adalah, ADA! Terus yang dibahas apa donk? Banyak! Bahas soal tumbuh kembang anak, bahas soal peningkatan iman, soal ilmu, soal meningkatkan potensi diri sebagai ibu dan istri, bahas resep, dan masih ada sederet tema lain yang bisa dibahas tuntas. Pertemanan yang seperti ini jelas menawarkan kesehatan jiwa yang luar biasa.

IMG-20170111-WA0037

  1. Menjaga kesehatan

Sebagai istri dan ibu dari dua orang anak, kesehatan itu MAHAL sekali harganya saudara-saudara! Apalagi pas sudah masuk ke usia 30 tahun. Kepala tiga itu memang nyata faktor U-nya. Kalau dulu di usia 20an saya sanggup begadang, motoran seharian, dan bebas dari sakit. Sekarang boro-boro. Telat makan aja saya langsung pilek. Terakhir saya kena lower back pain yang belum pulih 100% sampai sekarang. Penyebabnya? Abai dengan kesehatan.

Aktivitas saya, kakak Aila, dan adek Pandan

Aktivitas saya, kakak Aila, dan adek Pandan

Padahal, saat sakit banyak agenda yang berantakan. Pekerjaan dan rencana mewujudkan mimpi juga terasa jadi dua kali lebih berat. Kalau sudah sakit pun ternyata sekarang saya butuh waktu pemulihan yang lebih lama dari biasanya. Untung sekarang ada Theragran-M, vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan.

IMG_20170617_165059_HDR

Theragran ini adalah multivitamin-mineral yang dibutuhkan oleh tubuh terutama saat habis sakit. Dalam setiap salut gula Theragran-M mengandung vitamin A, D, B1, B2, B6, B12, C, E, Niasinamida, dan Kalsium pantotenat. Juga mengandung mineral seperti iodium, besi, tembaga II, mangan II, magnesium, dan seng. Sehari cukup satu tablet saja atau bisa juga sesuai dengan anjuran dari dokter. Nah, sakit itu nggak usah lama-lama. Biar hidupnya nggak kelamaan ‘nganggur’. Biar bisa terus gerak dan bermanfaat. Minimal buat keluarga.

IMG_20170607_114444

Saat ini hidup yang ‘penuh’ bagi saya adalah saat kita berhenti menghitung ‘kesialan’ yang kita alami dan mengubah sudut pandang dari arah sebaliknya, yaitu menghitung nikmat yang sudah Allah kasih. Sekarang, kalau mau mengeluh saya jadi malu sendiri sama Alloh. Dan ketika saya mulai mensyukuri setiap nikmat dari yang terkecil sekalipun, makin terasa bagi saya bahwa Allah terus tambahkan nikmat-Nya yang lain, tanpa henti. Alhamdulillah…

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.

12 Comments
  • Nunung Nurlaela
    Juni 18, 2017

    Masya Allah…tulisannya dalem, penuh hikmah. Yup, bersyukur itu membuat masalah seberat apapun akan terasa ringan. Tetep semangat ya Mami Pandan Aila…

    btw, belum pernah nyoba vitaminnya jadi penasaran…

  • Primastuti satrianto
    Juni 18, 2017

    Live to the max versimu, keren makDestilla. Sehat dan bahagia selalu ya. ^_^

  • arifah wulansari
    Juni 18, 2017

    Umur 30 itu kalo gak menerapkan pola hidup sehat emang lbh rawan sakit ya…semoga sehat selalu mak dee

  • Dian farida
    Juni 18, 2017

    Mak Dee, saya baru tahu kisah Mak Dee, semoga terus mempunyai pertemanan sehat dan menggapai impian dengan​ tetap menjadi diri sendiri ya.aamiin

  • Rima
    Juni 18, 2017

    Barakallah mba dee tulisannya..sempet deg2an itu baca cerita masalalunya..tp nyess setelah baca tipsnya..doakan selalu ibu bapak ya mba..

  • inaak
    Juni 18, 2017

    Wow.. terima kasih udah membagi banyak PEMBELAJARAN kepada pembaca artikel ini ya mbak Dee.. Ga gampang lo mengungkapkan masa lalu.. Saluut!! Alhamdulillah.. terharu bacanya 😘

    Sehat sehat terus ya mb Dee… moga cepet puliih.. 😘, btw bisikin ya ntar ttg multivitaminnya…

  • QQ
    Juni 18, 2017

    Mamih dee… U’re beautiful in your own way… 😘
    Hanya hamba istimewa yg diberi skenario hidup luar biasa…
    Jadi teringat quote dari Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu: Sometimes the people with the worst past, create the best future.

    Semoga istiqomah untuk terus mendekat pdNya di jalan taqwa ya Mbak… Semoga banyak yg terinspirasi untuk bangkit dari kisah Mbak Dee…😘

  • Selly
    Juni 18, 2017

    Yes mbak Alloh memang sebaik2 pembuat skenario. Salah satu hadiah terbaik yg jg aku rasain adl mempertemukan kita di komunitas ibu2 yg masya Alloh istimewa 🙂

    Keep writing mb dee keep inspiring others :*

  • Nurul
    Juni 18, 2017

    Mb dee, riwayat masa lalumu ada (apa banyak ya? Wakakak) kesamaan dengan saya. Tapi diriku tak selihai dirimu menuliskannya. Barakallahu mb Dee. Semoga Allah selalu membimbing kita untuk tetap berada di jalan yg di ridoiNya, aamiin.

  • Kayla Mubara
    Juni 19, 2017

    Semoga terus maju dan tetap semangat. Barokalloh

  • Dila
    Juni 20, 2017

    mak dee, inspiratif banget :). tfs yaa makk 🙂

  • qhachan
    Juni 20, 2017

    Maaak dee semangaat :*. Aku juga bullying survivor lhoooh *berpelukan*.
    Baru bebas pas SMA :”).

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *